-14%

Feminisme Berkerudung. Kepemimpinan Nyai Jauharoh Said dalam Mentransformasi Wajah Pendidikan dan Bisnis Pesantren

Rp60.000

Pengarang: Ach. Ulil Abshor
Cetakan pertama: 2026
Tebal: 196 halaman
Dimensi: 14,8×21 cm
Kertas isi: Book paper
Jenis sampul: Soft cover

Categories: ,

Description

Perempuan di lingkungan pesantren sering kali dipersepsikan hanya sebagai aktor pelengkap. Mereka kerap diidentifikasi sebatas pendamping kiai atau pengurus urusan domestik asrama putri. Buku ini meruntuhkan stereotipe usang tersebut. Penulis menyajikan sebuah tesis kuat bahwa perempuan pesantren adalah pemimpin otentik yang memegang kendali atas perubahan sosial dan keagamaan. Melalui rekam jejak mendalam, buku ini membuktikan bahwa ruang-ruang sakral kearifan lokal mampu melahirkan figur pemimpin perempuan yang visioner dan mandiri.

Fokus utama karya ini tertuju pada sosok inspiratif Nyai Jauharoh Said. Di tengah dominasi budaya patriarki, beliau tampil melampaui peran tradisionalnya. Berbeda dari nyai-nyai pesantren lain yang umumnya menitikberatkan kepemimpinan pada aspek pengajaran agama konvensional, Nyai Jauharoh mengambil langkah berani. Beliau mengintegrasikan pendidikan agama yang kokoh dengan dunia ekonomi bisnis. Langkah ini menjadi sebuah terobosan progresif yang mendefinisikan ulang arah pergerakan perempuan di dalam institusi pesantren modern.

Uniknya, keterlibatan Nyai Jauharoh dalam ranah bisnis sama sekali bukan demi akumulasi kapital pribadi atau lembaga. Visi ekonomi yang beliau usung bersumber dari semangat teologi pembebasan. Tujuan utamanya adalah pemberdayaan ekonomi perempuan. Beliau mengajarkan para santriwati dan masyarakat sekitar untuk mandiri secara finansial agar mereka memiliki posisi tawar yang kuat di masyarakat. Kemandirian ekonomi ini dijadikan sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai ketergantungan dan kemiskinan.

Buku ini wajib dibaca oleh para akademisi, aktivis gender, pengamat pesantren, dan siapa saja yang memedulikan masa depan kesetaraan. Penulis berhasil menghadirkan potret utuh kepemimpinan perempuan yang transformatif, inklusif, dan humanis. Membaca lembar demi lembar karya ini akan membuka mata kita bahwa dari balik tembok pesantren, fajar baru pemberdayaan perempuan telah lama terbit.

Hubungi kami sekarang!