Mencintai Pagi. Pagi dan Secangkir Kopi
Rp62.000
Pengarang: Kasman Jaya
Tebal: 200 halaman
Cetakan pertama Januari: 2026
Dimensi: 14,8×21 cm
Kertas isi: Book paper
Sampul: Soft cover
Description
Setiap manusia memiliki jam istimewa sendiri. Ada yang menemukan inspirasi pada malam hari, ada yang menemukan keheningan pada senja. Tetapi bagi saya, pagi adalah moment of gold, momen ketika ide-ide belum terburu-buru, ketika inspirasi masih seperti embun, hadir tanpa suara, tetapi menyentuh dengan begitu halus. Di pagi hari, dunia seperti mengulang dirinya dari awal, dan saya merasa ikut lahir bersama cahaya pagi. Dan larut mencitainya.
Pagi itu, di jam-jam awal ini, saya menulis. Bukan karena saya selalu tahu apa yang ingin kutulis, tetapi karena pagi membantuku untuk mendengarkan apa yang biasanya tak terdengar. Pagi mengajarkan bahwa ide tidak selalu datang dari kepala yang sibuk, tetapi dari hati yang tenang, dari keberanian untuk duduk, menghela napas, dan membiarkan kata-kata muncul seperti matahari yang perlahan naik di balik bukit.
Buku ini lahir dari perjalanan kecil yang tidak pernah saya rancang, dan kumpulan tulisan yang awalnya hanya kutitipkan pada status Facebook, berupa kalimat-kalimat ringan, kadang spontan, kadang hanya desir hati yang tak ingin hilang. Tulisan-tulisan itu kemudian berkumpul seperti embun di dedaunan, sederhana, tetapi jujur, singkat, tetapi lahir dari ruang batin yang tulus. Dan ketika disusun kembali, saya sadar bahwa semua itu lahir dari satu sumber yang sama yakni indahnya pagi yang selalu mengajak saya untuk berhenti dan merenung. Dan kini hadir di tangan pembaca yang budiman.




