-14%

Menyudahi Patah Hati Di Akhir Pekan

Rp60.000

Pengarang: Imana Tahira
Cetakan pertama: 2026
Tebal: 100 halaman
Dimensi: 14×20 cm
Kertas isi: Book paper
Jenis sampul: Soft cover

Category:

Description

Puisi-puisi dalam kumpulan ini sebagian ditulis ketika Imana masih remaja. Mungkin sejenis catatan masa lalu yang diabadikan menjadi puisi. Di sela-sela kegiatan belajar ia selalu menyempatkan diri menulis. Masa itu merupakan fase dalam perkembangan jiwa menuju dewasa dengan segala suka dukanya yang dicatat. Seakan setiap peristiwa jangan sampai terlewatkan tanpa dicatat. Alih-alih merawat beberapa luka dan sukacita, Imana memilih bercerita lewat puisi. Sebagai pembaca saya sangat menikmatinya. Puisi-puisi ini terasa lebih jujur dan apa adanya. D. Zawawi Imron (Ulama dan penyair)

Penjelajahan rasa kentara memikat dalam puisi-puisi Imana. Ada cinta yang hening dan diam-diam, platonis yang manis; ada masa remaja yang lugu dipenuhi rindu yang jadi candu, lalu mendewasa dengan segenap doa dan setangkup harap akan masa depan gemilang. Maka perjalanan rasa dalam puisi Imana adalah perayaan terhadap luka, patah hati, sekaligus kegembiraan itu sendiri sebagai ibadah yang tak kenal lelah; berulang dijalani, penuh kesadaran sebagai manusia yang nasibnya kadang ditangisi, sekaligus disyukuri. Dan sebagai Perempuan, Imana tegas mengabarkan pada dunia bahwa di dadanya cinta mengada sebagai suaka ketika luka butuh Penawar. Bukan dalam kepasrahan, melainkan ketegasan penuh kesadaran. Ratna Ayu Budhiarti (Penulis)

Buku “Menyudahi Patah Hati di Akhir Pekan” adalah cinta yang meledak dengan banyak wajah: getirnya cinta yang berkelindan dengan renungan spiritual, letupan harapan yang lembut sekaligus kemarahan yang membuncah. Seluruhnya manusiawi. Imana Tahira seolah mengingatkan bahwa cinta selalu kembali, bahkan dari puing-puing patah hati, sebab tak ada cinta yang bis akita rayakan tanpa sekaligus mengutuknya. Shohifur Ridho’i (Penulis dan Sutradara Pertunjukan)

Hubungi kami sekarang!