Wacana Setara Jender dalam Sastra Lisan Bugis
Rp70.000
Pengarang: Mustari, Musa
Tebal: 204 hlm.
Cetakan: 2023.
Dimensi: 14,5×21 cm.
Sampul: Soft cover.
Kertas isi: Book paper
Description
I Daramatasiya (ID) adalah salahsatu karya klasik Bugis yang hidup dalam dua versi : tulis dan lisan. Teks ID yang menjadi objek penelitian ini adalah varian lisannya dan berbahasa Bugis. Teks lisan ID berkisah tentang perlawanan tokoh istri, I Daramatasiya (ID) terhadap perlakuan sewenang-wenang suaminya Syekh bil Ma’ruf (SBM) yang di luar batas kemanusiaan. Namun pesan emansipasi tersebut tidak mudah ditangkap karena tersamarkan oleh isu yang lebih menonjol, yakni keharusan bakti (atas nama agama) seorang istri terhadap suami.
Untuk membongkar pesan emansipasi tersebut, digunakan teori struktur transformasi Lévi-Strauss dengan mencari bentuk-bentuk relasi oposisi antara suami dan istri. Hasil analisis menyimpulkan bahwa jalinan cerita pada ID adalah pertemuan tema non-lokal Islam dengan ide lokal yang mengendap dalam pikiran orang Bugis. Pertemuan itu tidak selalu muncul dalam bentuk kesepakatan, tetapi justru lebih sering dalam bentuk perlawanan. Di sini terjadi persaingan antara nilai-nilai Islam dan nilai-nilai budaya lokal Bugis yang bersumber pada penghayatan siriq dan pessé. Tokoh istri ID mewakili nilai-nilai lokal Bugis, dan tokoh suami SBM mewakili nilai-nilai non-lokal Islam.
Searah dengan hasil penelitian, orang Bugis rupanya lebih percaya pada kearifan lokal untuk menghentikan perilaku kekerasan dalam rumahtangga. Oleh karena itu, orang Bugis – disadari atau tidak – menganggap nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang mereka lebih berharga daripada nilai-nilai yang berasal dari luar budaya mereka.

